tulisan bodoh

Aku banyak berpikir dalam kedepan akhir-akhir ini, bukannya mau sok ber-filosofi ria tetapi aku memang punya banyak waktu luang. Aku banyak menulis diiringin lagu latin semi jazz (sergio mendes’s songs is easy listening!). Aku lebih banyak membuka word daripada internet, daripada folder-folder fotoku.

Menulis memberiku ketenangan tersendiri, ketenangan rohani, yg setidaknya jika kita membaca ulang apa yg kita tulis terkadang kita bisa berpikir lebih jernih atau lebih waras. Dan setidaknya tulisan kita aman berada di folder komputer kita tanpa orang lain membacanya. Tanpa orang lain tahu apa yang kita risaukan atau rasakan.

Orang lain tak perlu tahu sekecewa apa diri kita di suatu saat, tak perlu tahu sepilu apa hati kita teriris oleh seseorang di suatu saat, tak perlu tahu seberapa deras airmata tak terbendung di suatu saat, atau mungkin tak perlu tahu juga seberapa panas kobaran api emosi ketika harga diri kita di rendahkan oleh seseorang di suatu saat, tak perlu tahu juga senyuman kita hari itu tulus dari hati atau hanya imitasi dari hati. Termasuk tak perlu tahu juga, hati kita yang meronta gila terombang-ambing permainan hidup yg disebut orang-orang bernama cinta.

Lalu, bagaimana dgn perasaan senang? berbagilah. Berbagilah cerita senang. Berbagilah kesenangan. Tulislah juga tentang kesenangan, tidak mungkinkan kita hidup dalam duka dan amarah terus menerus? Menulis kesenangan bisa membangkitkan jiwa yg runtuh, menurutku loh, bahkan merajut kembali jiwa yang telah terbakar emosi. Atau mungkin dapat membungkus tangan dan kaki serta membekap mulut perasaan yg meronta gila didalam hati dan menggiringnya ke rak paling atas di sudut hati paling dalam paling gelap, menemani impian-impian yg memang tak mungkin terjadi dan biarkan ia capek dengan sendirinya dan berhenti berontak.

Biarkanlah semua berputar-putar di tulisanmu. Biarkanlah semua mengalir begitu original, sampai suatu saat jika kau membacanya lagi kau akan tersenyum karena memiliki kisah yang hebat atau bisa saja tertawa karena sadar seberapa bodoh kita di kurung dalam kandang perasaan yang egois. Atau mungkin kau tak mau membacanya lagi karena takut terhanyut kembali dalam luka?

4 Responses to “tulisan bodoh”

  1. PARANOID Says:

    nyontek sapa tuh??

  2. sAdaT Says:

    Just back from berlin n read u’r blog. wanna comment it but i’m so tired… tulisan loe mengalir banget ya, dan enak dibaca.

    Alinea terakhir : lebih prepare untuk membuka album lama yang pernah menjadi chapter kisah hidup loe atau hanya sekedar menjadikan itu adalah chapter yang pernah ada n di closed rapat sbg kisah bagian dari hidup ??? jika chapter itu adalah bag dmn loe sedang mengalami ujian. karna sakit itu walau sudah sembuh, jk ada trigernya bs dgn cpt jd virus, sdngkan chapter indah hanya akan lewat tanpa menjadi duri walau berulang kali di buka ….

  3. ' ' TYA Says:

    baguuss . x)

  4. nanda Says:

    kereenn, baru liat.. x)

Leave a Reply